Berhasil…!!! Polres Barito Utara Gagalkan Sembilan Truk Angkut Kayu Ilegal Ke Kaltim

  • Whatsapp

LINTASKALTENG I MUARA TEWEH – Kembali Jajaran Polres Barito Utara (Barut) berhasil mengamankan sembilan unit truk yang hendak membawa puluhan kayu olahan berukuran besar (plat_red) ke Kalimantan Timur (Kaltim) melewati jalur perbatasan, Sabtu (26/1) lalu.

Gambar : Barang bukti puluhan kayu olahan plat yang siap angkut berhasil diamankan Satreskrim Polres Barut (foto Anung)

Sembilan truk ditangkap Satuan Reskrim Tipidter Polres Barito Utara saat lagi muat dilokasi bukit gading tepatnya sekitar perusahan tambang PT. Barinto Eka Tama sekira pukul 19.00 waktu setempat.
Selain mengamankan sembilan unit truk Satreskrim Polres Barut  juga mengamankan sopir dan buruh muat kayu illegal tersebut serta mengamankan puluhan meter kubik kayu plat di tempat kejadian perkara (TKP) dengan memberikan police line.
Gambar : truk yang hendak dievakuasi oleh Satreskrim Polres Barut terjebak di jalan PT. Barinto Eka Tama (foto Anung)

Sulitnya medan saat melakukan evakuasi barang bukti sembilan truk dengan muatan kayu didalamnya membuat lambatnya Satreskrim ke Polres Barut yang membawa barbuk tersebut ke Polres Barut.
Saat dikonfirmasikan wartawan media siber berita online Lintaskalteng.com kepada Kapolres Barut AKBP Dostan Matheus Siregar, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Samsul Bahri, S.I.K, Kamis (31/1) mengatakan,” membenarkan telah melakukan pengangkapan terhadap pelaku Illegal Loging di wilayah hukum Polres Barut, dengan Barbuk delapan truk yang bermuatan kayu plat sedangkan yang satunya kosong belum bermuatan saat kita lakukan penangkapan sudah kita amankan dipolres Barut” jelas Kasat melalui via telepon.
Gambar : salah satu dari unit truk yang diamankan berisi puluhan meter kubik kayu plat jenis benuas (foto Anung)

Untuk truk yang bermuatan membawa kayu masing-masing dengan jenis Canter Nopol L 9390 UC warna kuning bak kayu, Canter DA 8701 CG warna kuning bak dam, Hino Nopol DB 8685 KY warna hijau bak dam, Canter Nopol KT 8815 KF warna kuning bak kayu, Canter Nopol KT 8430 NE warna hijau, Canter Nopol KT 8980 DQ warna kuning bak dam, Hino Nopol KT 9115 BW warna hijau bak besi, dan  Hino Nopol KT 9112 BW warna hijau bak kayu.
Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 88 ayat (1) UU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Hutan dan diancam pidana maksimal 5 tahun penjara serta denda maksimal Rp 2,5 miliar. (Tim/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *