Polres Barut Gelar Pengungkapan Penangkapan 7 Tsk Dengan 8 Unit Truk Bermuatan Kayu

  • Whatsapp

LINTASKALTENG.COM I MUARA TEWEH – Kepolisian Resor (Polres) Barito Utara (Barut) menggelar mengelar press conference pengungkapan perkara tindak pidana kejahatan di bidang kehutanan (Illegal Logging_red) dalam operasi peredaran kayu olahan berukuran besar (Platt) tanpa dilengkapi dengan Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH) di wilayah hukum Polres Barito Utara, Jumat (1/2).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar, didampingi Kasat Reskrim Polres AKP Samsul Bahri, dan KBO Sat Reskrim IPDA Ardianto

Gambar : Usai perss conference dengan awak media Kapolres Barut AKBP Dostan Matheus Siregar didampingi Kasat Reskrim AKP Samsul Bahri bersama 7 tersangka mengecek barang bukti di halaman Mapolres Barut, Jumat (1/2/2019). (foto : Anung)

Diterangkan Dostan hari Sabtu 26 Januari 2019 Sekira pukul 19.00 WIB Satreskrim Polres Barut  berhasil melakukan penindakan tindak pidana kejahatan di bidang kehutanan di TKP jalan blok PT. BarintoEka Tama Desa Benangin I, Kecamata Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.
“Dari hasil operasi laporan masyarakat tersebut Satreskrim Polres Barito Utara berhasil mengamankan delapan unit truk dengan Nopol KT 8980 CO, DA 8701 CG, KT 9112 BW, L 9390 OC, KT 8815 KF, BD 8685 KY, KT 8430 NE yang sudah bermuatan kayu dan tujuh tersangka yang sedang melakukan kegiatan pengangkutan terhadap kayu-kayu olahan tersebut,” terang Kapolres
Kemudian barang bukti yang berhasil diamankan kayu balau kelompok jenis Bengkirai dan kapur kelompok jenis meranti sebanyak 21 meter kubik yang berhasil dibawa ke Polres, sedangkan sisanya ada sekitar 30 meter kubik di TKP dengan diberi tanda garis police line.
Gambar : Ketujuh tersangka sedang berdiri menunggu perss conference berlangsung. (foto : Anung)

“Dari keterangan tersangka berinisial SF (27), A.A.L (33), Y.U (45), M.P (35), R.E (43), I.S (31), R (35) mereka baru pertama kali mengangkut kayu tersebut, kayu-kayu olahan ini mau dibawa ke Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) melewati jalur trans lintas propinsi, sementara untuk pemodal (cokung_red) masih dalam penyeldikian,” jelas Dostan.
Kepada para tersangka kita jerat dengan pasal 83 ayat 1 huruf b UU Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman kurungan badan maksimal 5 tahun penjara serta denda maksimal Rp 2,5 miliar,” tutup Kapolres (Red-001)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *