Berbuntut Panjang…!!! Protes Penambangan, Warga Datangi Area Tambang Pasir Malawaken

  • Whatsapp

LINTASKALTENG.COM I MUARA TEWEH – Berbuntut pajang, aksi protes aktivitas tambang pasir yang dilakukan oleh puluhan warga Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, Barito Utara (Barut) yang mendatangi lokasi tambang pasir milik H. Wahab tepatnya KM 1,5 jalan Desa Malawaken, Sabtu (2/2)

“Setelah bertemu dengan Aaparat Kepolisian Polres Barut  yang dipimpin langsung Ipda Pol Ardianto KBO Satreskrim, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barut, dan kepala Desa, puluhan warga sepakat meminta aktivitas tambang pasir milik H. Wahab dihentikan aktivitasnya yang menuju jalan umum Desa mulai hari ini,” kata perwakilan warga, Yanto Hermansyah, kepada wartawan di lokasi tambang pasir.
Lanjutnya, mengenai permasalahan ini sudah kita lakukan mediasi dengan pihak yang mempunyai lokasi pada hari Senin, 28 Januari 2019, yang difasilitasi oleh Kepala Desa dan dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Teweh Baru, namun tidak mendapatkan kesepakatan yang menurut kami masih berdampak sangat patal terhadap jalan tersebut,” terangnya.


Guna menertibkan semua penambangan pasir ini agar tidak lagi menambang ke arah jalan pihak Satreskrim melakukan pendataan pemilik lokasi areal tambang di Desa Malawaken bersama Dinas terkait dan kepala Desa setempat ada 11 pemilik lokasi diantaranya Icap (Saputra/Salim), H. Kaspandi (Kasdi/Sandri), H. Amansyah (Widoni), Halil (Sandri), Surya Atmaja (Hajirun), Abdul Wahab, Bambang Budi Utama, Rudi (Ardianto), Kaljim, H. Hadriansyah, dan Yanto.
Salah satu pemilik tambang pasir H. Wahab berlokasi di Desa Malawaken mengatakan kepada media siber berita online Lintaskalteng.com, Sabtu (2/2) usai mediasi menerangkan bukan dirinya membantah mengenai kegiatan tersebut, namun dampak dari musim hujan yang membawa tanah ini longsor, padahal kami bekerja tidak mengarah ke jalan, tapi tidak masalah kami tetap bertanggung jawab, karena ini lokasi kita pribadi dan sebenarnya areal ini mau kita timbun dengan mengambil material dari sebelah,” ujarnya.

Disinggung mengenai perijinannya, sudah di cek mas sama Satreskrim kita lengkap bayar jaminan kesungguhan, dan Amdal kita sudah keluarkan dari Dinas Lingkunag Hidup serta serta ijin lainnya yang masih berlaku, nah kalau yang lain saya tidak tahu apakah sudah sampai dimana perijinan punya mereka,” tegasnya.
Ia berharap agar penegak hukum, khususnya Polres Barito Utara menegakkan Hukum dengan seadil-adilnya, masalahnya kenapa saya aja yang di cek perijinannya, serta lokasi saya aja yang di obok-obok? yang lain gimana…? saya penuhi legaliats saya karena saya taat hukum dan bekerja mau aman,” tutup Wahab.

Pantauan media dilapangan sampai berita ini dipublikasikan belum ada kepastian mengenai penyelesaian tuntutan puluhan warga, yang pasti untuk kegiatan tambang pasir dihentikann dulu, sampai masalah ini diselesaikan dan difasilitasi oleh pemerintah Desa bersama pihak Satreskrim yang akan dijadwalkan Rabu 6 Februari 2019 mendatang bersama pemilik lokasi areal tambang pasir. (Red-Lintaskalteng.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *