Inteldim 1310/BTG dan Den Inteldam XIII/MDK DPP PLH Amankan Sebuah Tangki Yang Menjual BBM Bersubsidi

  • Whatsapp

Lintaskalteng.com I BITUNG – Isu beredarnya oknum yang menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium yang bersubsidi kepada masyarakat wilayah Kota Bitung Sulawesi Utara, yang meresahkan masyarakat akhirnya terbongkar, Jumat(8/2).
Sebelumnya, Kamis (7/2) Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S. Sos memberikan perintah kepada Personel Unit Inteldim 1310/Btg utk melakukan penangkapan terhadap tangkil-tangki minyak yg keluar dari Depot Pertamina melakukan penjualan secara illegal dengan cara singgah ke pangkalan-pangkalan minyak di Bitung sebelum menuju ke SPBU tujuan.
Alhasil, berkat kerja sama unit Inteldim 1310/Btg dan Den Inteldam XIII/MDK DPP PLH setelah dilakukan pengintaian ditempat yang dicurigai, Jumat (8/2) pukul 06.35 WITA, berhasil mengamankan pelaku (sopir) berinisal SM (32) beralamat RT. 10 RW. 03 Kel. Winenet 2 Kecamatan Aertembaga Kota Bitung dan barang bukti 1 unit mobil tangki type Jumbo Ranger E -2 No. Lambung 43 Nopol DB 8146 AK yg sedang melaksanakan penjualan BBM bersubsidi jenis premium ke pembeli.

Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S. Sos, Jumat (8/2) dalam release perssnya mengatakan,” Setelah keluar dari depot Pertamina Bitung, pelaku singgah ke lokasi lahan kosong di kelurahan Manembo-Nembo melakukan penjualan bensin sebanyak 7 jerigen (isi 25 liter) dgn harga Rp 130.000/jerigen, yang sebelumnya sudah menghubgungi pembeli lewat telp berinisial HZ (38) alamat Lingkungan V Kelurahan Manembo-nembo Kota Bitung,” terang Dandim.
Lanjutnya, pelaku mengisi BBM jenis premium di Depot Pertamina Bitung sekira pukul 05.15 Wita dengan isi 16 KL premium dengan tujuan SPBU 7495606 Jln. Raya Tondano Kelurahan Wengkol Kabupaten Minahasa. Dengan modus sesuai LO yg dikeluarkan Depot Pertamina Bitung sebanyak 16 KL (ukuran tangki). Namun, petugas Depot dalam mengisi minyak lebih dari ukuran tersebut untuk mendapatkan fee dari sopir sebesar Rp 100.000.


“Kelebihan tersebut oleh pelaku (sopir_red) kembali menjualnya ke pembeli untuk mendapatkan keuntungan sendiri,” ungkap Dandim.
Dari keterangan pelaku, ternyata tindakan penyalahgunaan BBM ini sudah berlangsung lama dengan melibatkan beberapa operator hingga pengawas SPBU dengan membayar Rp 100 ribu tiap 1 kali isi.
Guna penyelidikan lebih lanjut, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S. Sos, Jumat (8/2 menyerahkan pelaku sopir tangki dan pembeli serta barang bukti kepada AKP Edy Kuswadi Kasat Reskrim Polres Bitung bertempat di Makodim 1310/Btg.

Selain mengamankan 2 (dua) tersangka SM dan HZ, personel unit Inteldim 1310/Btg dan Den Inteldam XIII/MDK DPP PLH juga mengamankan barang bukti 1 (satu) unit kendaraan tangki pengangkut BBM nopol 8146 AK, uang transaksi sebesar Rp 910.000, 10 buah jerigen isi 25 liter (terisi bensin), 11 buah jerigen kosong, 3 (tiga) Tangki modifikasi (kosong), Segel tangki sebanyak 13 buah, 2 (dua) lembar LO dari Depot Pertamina, dan 3 (tiga) buah HP.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan UU RI No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, pasal 55 bahwa setiap orang yang menyalahgunakan dan atau meniagakan BBM yang disubsidi pemerintah dipidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar. (Red-Lintaskalteng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *