Tak Berkutik Saat Transaksi Barang Haram Digulung Satresnarkoba Polres Bartim

  • Whatsapp

Lintaskalteng.com I TAMIANG LAYANG – Seorang Pengedar Asal Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Barito Timur (Bartim), Kamis (07/2/2019) kemarin sekitar pukul 18.45 WIB.
Pelaku HA alias T (33) warga Kelua Kabupaten Tabalong Kalsel tak berkutik saat Satresnarkoba Polres Bartim membekuknya ketika mau melakukan transaksi Narkotika jenis Sabu di Bundaran Pasar Panas, Benua Lima, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan didapati Tiga paket Narkoba jenis sabu seberat 1,32 gram.

Gambar :Barang bukti yang berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Bartim di TKP bersama satu unit sepeda motor dari tangan pelaku, Kamis, (7/2/2019) malam.

Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendy, S.I.K., M.H., melalui Kasatresnarkoba AKP Dani Sutirta, S.H., yang memimpin penangkapan menjelaskan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat, bahwa pelaku asal Kelua Kab.Tabalong Kalsel ini sering mengedarkan Narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Benua Lima dengan menggunakan sepeda motor yang ciri-cirinya sudah diketahui.
“Kami kemudian melakukan pembuntutan terhadap sepeda motor yang diduga dikendarai pelaku. Pada saat melintas di Bundaran Pasar Panas, Kec. Benua Lima kami langsung melakukan penangkapan. Dengan disaksikan warga sekitar kami melakukan penggeledahan badan, namun ketika akan di geledah pelaku sempat melempar Barang Bukti yang di bawanya akan tetapi aksinya kami ketahuai dan selanjutnya kami menemukan barang bukti sabu sebanyak tiga paket seberat 1,32 gram yang disimpan dalam kantong plastik hitam,” jelas Kasat.
Selain itu kami juga mengamankan beberapa barang bukti seperti, tiga paket Narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,32 (satu koma tiga puluh dua) gram, satu lembar potongan plastic hitam, Dua lembar plastic klip bening, satu buah Handphone merek Blackberry warna hitam putih, Uang Tunai sebanyak Rp 72 Ribu Rupiah, satu Unit Sepeda motor Honda Beat warna putih dengan Nopol DA 6405 FAC beserta kunci kontak.
“Akibat perbuatanya tersebut kami akan menjerat tersangka dengan pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 (Lima) tahun dan maksimal 20 tahun Penjara,” pungkasnya. (Red-Lintaskalteng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *