DEDE FARHAN AULAWI: Gunakan Masa Tenang untuk Merenung dan Tentukan Pilihan

  • Whatsapp

JAKARTA I lk.com – Rangkaian masa kampanye pemilihan Presiden dan Legislatif di tahun 2019 ini akan berakhir. Kemudian memasuki masa tenang dan akhirnya masa penentuan pilihan di tanggal 17 April 2019. Semua WNI dihimbau menggunakan hak suaranya dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan hatinya tanpa ada paksaan atau tekanan dari siapapun, sehingga pemimpin yang bakal terpilih nanti adalah pemimpin yang benar – benar berdasarkan pilihan rakyat.

Dede Farhan Aulawi salah seorang tokoh masyarakat Jawa Barat, Jum’at malam (12/04) menjawab sambungan telepon media yang ingin menanyakan pendapatnya mengenai rangkaian masa kampanye yang segera akan berakhir ini. Menurutnya, masa kampanye adalah bagian dari prosesi konstitusional yang sudah ditetapkan oleh KPU sebagai penyelenggara resmi pemilu di Indonesia.
Masa kampanye sejatinya adalah kesempatan untuk menyampaikan pemikiran – pemikiran, ide-ide kreatif dan gagasan-gagasan cemerlang calon pemimpin dalam menata Indonesia untuk kurun waktu minimal lima tahun ke depan, sehingga masyarakat akan tahu siapa calon pemimpin yang layak dipilih menurut hati dan fikirannya sendiri, yaitu pemimpin yang dinilai mampu mewujudkan Indonesia yang sejahtera, maju, adil dan makmur. Tidak boleh ada paksaan, intimidasi, fitnah, curang atau bohong agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Pemimpin yang jujur, penuh ikhlas untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Semua calon pemimpin atau calon wakil rakyat, jangan pernah berfikir untuk melakukan tindakan manipulatif dalam bentuk apapun. Ikuti aturan main yang sudah ditentukan KPU maupun Bawaslu. Jangan pernah berfikir untuk mengarahkan pilihan rakyat dengan uang (money politics) karena akan mengokohkan mata rantai KKN yang sulit yang sulit diputus. Jika politik uang terus dilakukan maka pasti mereka akan berfikir untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan. Hitung-hitungan ekenominya menunggu untuk segera mencapai breakevent. Tentu hal ini sangat tidak sehat karena akan melahirkan pola fikir manipulatif dan syahwat yang sangat koruptif. Ujarnya. Dede juga mengingatkan agar seluruh warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, diminta menggunakan hak pilihnya alias tidak golput. Ini bukan sekedar hak, tetapi juga menjadi tanggung jawab konstitusional warga negara agar menghasilkan pemerintah yang legitimate. Sementara itu dalam memasuki masa tenang, Dede meminta masyarakat untuk merenung sejenak sebelum menentukan pilihan. Jangan ada lagi kampanye – kampanye dalam bentuk apapun. Jagalah lisan kita, dan jaga juga jari kita untuk tidak melanggar aturan main pemilu. Ini bukan soal kalah dan menang, tetapi soal siapa yang dipilih lebih banyak oleh rakyatnya. Kosa kata “kalah dan menang” sering kali membentuk dikotomi yang mutlak diametral antara dua kutub, dan tentu tidak sehat serta mudah dibenturkan oleh provokasi – provokasi yang tidak bertanggungjawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *