VIRAL…!!! Disosmed Bupati Barut Diminta Ambil Tindakan Terkait Diduga Perusahaan Abaikan Tenaga Kerja Lokal 70%

  • Whatsapp

MUARA TEWEH, lk.com – Karena kesal dan kecewa terhadap Perusahaan yang ada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, seorang warga berkicau di sosial media (Medsos) akun facebooknya meminta kepada Bupati Barito Utara meninjau ulang beberapa perusahaan terkait tenaga kerja lokal, Jumat (19/04)

Dengan lantang dan tegas Hendra menguraikan cuitannya, memohon kepada Bupati Barito Utara (Barut) Agar kiranya segera meninjau ulang beberapa perusahan yg bekerja di wilayah Barut, Apakah sudah sesuai dengan komitmen awal yaitu meberdayakan masyarakat sekitar seperti tertuang di Amdal yang mereka sosialisasikan sebelumnya yaitu kouta tenaga kerja 70 % lolak 30 % dari luar daerah.
Salah satu perusahan terbesar pemegang PKP2B di wilayah Barito Utara yaitu PT.SMM, dan Subcon PT.PAMA site Sekako, kami rasa sudah tidak sesuai dengan komitmen awalnya : 1. Waktu explorasi ijazah SD, bisa bekerja sekarang minimal SMU, bagaimana yg lulusan SMP tapi punya skill bisa bekerja. 2. Awalnya pekerja rata-rata dari desa setempat, sekarang kebilaknya lebih dari 60% daru luar daerah. 3. Karyawan lokal tidak mendapat fasilitas layak, cuman makan sekali aja, tidak mendapatkan mess, sementara karyawan kiriman mendpatkan fasilitas mess.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar

  1. Itu benar sekali, bahkan tidak hanya 1/2 perusahaan saja, mungkin semua perusahaan yg berproduksi di wilayah nya bapak H. Nadalsyah mengabaikan aturan yg di di buat dan di sepakati sbelum nya, terlebih lagi perusaan yg beroperasi di tempat saya, Di desa luwe hulu begitu banyak perusahaan dgn berbagai jenis hasil produksi, batu bara + kayu + gas dan minyaK…. Coba bayangkan jika isi perut bumi nya di keruk semua nanti apa yg akan trjadi ???? Lalu yg akan merasakan dampak buruk secara lansung nya siapa ??? Warga lokal bukan ???? Tapi kenapa bagi perusahaan ko spertinya tenaga kerja lokal itu PENYAKIT ???? Banyak sekali perusahaan di Desa luwe hulu, tapi jumlah PENGANGGURAN juga sangat BESAR di desa tersebut, banyak sekali keluarga” yg tidak bisa makan 3 kali sehari, hanya bisa menyaksikan tanah kelahiran nya di hancurkan saja, katanya Perusahaan akan membina warga lokal setempat, kalau begini ceritanya sih mungkin lebih tepat kalau di sebut perusahaan itu MEMBINASAKAN warga lokal stempat… Mhon kepada pihak pemerintah kabupaten agar di tindak lanjuti… Terima kasih….