PRIHATIN..!!! Banjir Bandang Terjang Nanggewer, Puluhan Rumah Warga Rata Dengan Tanah dan Jembatan Putus

  • Whatsapp

CIBINONG, lk.com – Banjir bandang menerjang kawasan Nanggewer, Kabupaten Bogor, Akibatnya, puluhan rumah warga rusah parah dan rata dengan tanah, jembatan penghubung dua kampung rusak parah. Banjir bandang tersebut diakibatkan hujan deras yang menerjang Kabupaten Bogor sejak Kamis (25/04) hingga Jumat (26/4/2019) dini hari WIB. Kini, jembatan yang menghubungkan kampung Kampung Nanggewer Kaum RT 02 RW 02 dengan Kampung Babakan Rawa Haur RT 01 RW 06, menjadi sulit dilalui.

Aneng (55) warga Kampung Nanggewer Kaum mengaku kaget dengan banjir bandang ini. Pasalnya, sejak dirinya lahir baru kali ini kampung halamannya menjadi korban banjir bandang.
“Kalau hujan besar pun kampung saya tidak kebanjiran, ini karena disertai sampah bambu akhirnya air meluap ke permukaan hingga merobohkan 9 unit rumah, menghanyutkan 3 unit komor dan merusak jembatan yang menghubungkan Kampung Nanggewer Kaum, Nanggewer dengan Kampung Babakan Rawa Haur, Sentul,” tutur Aneng kepada InilahKoran, Jumat (26/04). Dia menerangkan dari Kamis pukul 22.00 WIB, air Sungai Cikeas mulai meluap ke dua kampung hingga warga berjibaku menyelamatkan barang-barang miliknya dan pada Jumat pukul 02.00 WIB. Satu per satu rumah di bantaran sungai tersebut roboh hingga rata dengan tanah. “Pertama kali roboh itu 6 unit rumah di Kampung Nanggewer Kaum lalu tak lama kemudian 3 unit rumah di Kampung Babakan Rawa Haur juga ikut roboh, untungnya warga pada mengungsi hingga tak ada korban jiwa dan sementara dari 3 unit motor yang hanyut 1 unit diantaranya sudah ditemukan dan lainnya masih dicari,” terangnya. Anwarudin (45) warga Kampung Babakan Rawa Haur RT 01 RW 06 menerangkan pada Kamis pukul 22.00 WIB, banjir di rumahnya sudah setinggi dada orang dewasa. Lalu Jumat pukul 02.00 WIB rumahnya roboh lalu isinya terbawa banjir. “Kasur, lemari, pakaian, surat-surat berharga hilang terbawa banjir dan kami hanya menyelamatkan motor; tv dan perhiasan emas. Akibat bencana banjir ini dari bangunan saja kami rugi Rp 75 juta,” terang Anwarudin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *