Danrem 071/Wk : Komsos penting digalakkan, untuk menyamakan persepsi dan pandangan

  • Whatsapp

BANYUMAS, lintaskalteng.com – Kegiatan komunikasi sosial seperti ini memang perlu terus digalakkan, bukan semata-mata sebagai tempat untuk berkumpul dan berkomunikasi tetapi lebih dari itu harus dijadikan sebagai media untuk menyamakan pandangan dan pendapat sekaligus sebagai sarana yang efektif untuk membina kebersamaan dalam menyikapi dan mengantisipasi tantangan tugas ke depan.

Hal tersebut dikatakan Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., pada Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Aparat Pemerintah (Appem) sewilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma, Kamis (20/6/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas.
Dikatakan lebih lanjut, komunikasi sosial mempunyai tujuan untuk membentuk citra positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan berpedoman kepada rasa saling pengertian, saling mempercayai, saling menghargai dan toleransi sehingga terjalin hubungan silaturahmi antara TNI dengan aparat pemerintah dalam rangka membangun karakter bangsa guna memperkuat ketahanan nasional. “Pertahanan negara atau disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara”, terangnya. “Pertahanan negara tidak sepenuhnya merupakan tanggung jawab TNI saja, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia. Oleh sebab itu, setiap warga negara harus memahami berbagai sebab yang menjadi ancaman, baik ancaman yang bersifat militer maupun non militer”, tegasnya.

Dijelaskan Danrem, dalam sistem Pertahanan Negara di Indonesia telah diatur bahwa dalam meng-hadapi ancaman militer, maka Tentara Nasional Indonesia ditempatkan sebagai “Komponen Utama” dengan didukung oleh “Komponen Cadangan” dan “Komponen Pendukung”. Sedangkan dalam menghadapi ancaman non militer, menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama, sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung oleh unsur-unsur kekuatan bangsa lainnya.

“Sebagai bagian dari komponen bangsa kita semua harus peka dan peduli dengan perkembangan situasi dan kondisi bangsa saat ini di mana ada segelintir orang yang ingin merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara terang-terangan”, paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *