KPAI..! Terima Pengaduan Orang Tua Murid Kebingungan Memahami Juknis PPDB Yang Tidak Merata Penyebaran di Daerahnya

  • Whatsapp

JAKARTA, lintaskalteng.com | Dalam qrangka pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tahun 2019, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah membentuk tim pengawasan PPDB yang sudah melakukan pengawasan langsung dengan mewawancarai sekolah, petugas pendaftaran, orangtua dan calon peserta didik baru. Pengawasan dilakukan di beberapa daerah dan langsung ke sekolah, diantaranya : Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor, DKI Jakarta dan lain-lain.

Hasil pengawasan akan dianalisis untuk kepentingan advokasi kebijakan PPDB ke depannya agar lebih baik. Namun, untuk sementara hasil pengawasan langsung menunjukkan bahwa para orangtua calon peserta didik mengaku tidak pernah menerima sosialisasi dan kalau pun menerima sosialisasi PPDB 2019 sangat minim informasinya, sehingga menimbulkan kebingungan para orangtua.
Posko pengaduan PPDB KPAI mulai dibuka pada 19 Juni 2019 dan akan dibuka hingga PPDB berakhir, mengingat mulainya PPDB tidak serentak, ada yang sudah mulai pertengahan juni dan ada yang baru dimulai awal juli 2019, maka posko pengaduan PPDB KPAI menerima pengaduan hingga 12 Juli 2019. Dari tanggal 19-22 Juni 2019, KPAI sudah menerima 19 pengaduan masyarakat melalui pengaduan online yang berasal dari berbagai daerah, seperti, JAWA TIMUR : Kab. Kediri, Kab. Mojokerto, Kota Surabaya, Madiun, Kab. Jember, KAB. Gresik, kab. Blitar, Kota Blitar dan kota Malang; BANTEN : Kota Tangerang Selatan ; JAWA BARAT : Kota Bandung, Kota Bekasi, Cikarang Utara; JAWA TENGAH : Kota Solo; dan NTT : Kota Kupang. Pengaduan yang diterima meliputi PPDB SMPN sebanyak 9 pengaduan dan PPDB SMAN sebanyak 10 pengaduan. Adapun masalah-masalah yang diadukan adalah sebagai berikut :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *